There are no translations available.
Publisher: qbheadlines.com oleh: Restituta Ajeng Arjanti
Membonceng anak kecil di atas sepeda motor adalah hal riskan. Dimulai dari keinginannya untuk mencari alat pengaman bagi anaknya di sepeda motor, Roihatul Jannah, akrab disapa Iat, akhirnya mengembangkan boncengan khusus untuk anak-anak. Produk tersebut kini ditawarkannya dengan label “Helmiat Bonceng Bocah”.
Bisnis Helmiat Bonceng Bocah mulai dirintis oleh Iat dan suaminya, Helmi Wahyudin, sejak akhir tahun 2007. Bisnis tanpa sengaja ini diawali niat Iat untuk mencari pengaman untuk anaknya, yang setiap hari harus diantarnya ke sekolah naik sepeda motor.
“Anak saya suka ngantuk di motor. Saya memang sering dibantu oleh saudara untuk menjaga anak saya di belakang. Tapi, kan tidak mungkin minta tolong terus,” ujarnya. Demi keamanan sang buah hati, perempuan kelahiran Tegal, 13 Juli 1979 ini pun mulai mencari boncegan khusus anak kecil di toko sepeda motor.
“Saya cari-cari di toko-toko di daerah Jakarta dan Depok, tidak ada,” katanya. Akhirnya, Iat pun mencoba membuat boncengan bocahnya sendiri. Dia membuat desainnya dan meminta tolong orang di bengkel las untuk membuatnya.
Ternyata, banyak orang tertarik melihat boncengan bocah buatan Iat. Banyak pula yang bertanya di mana mereka bisa mendapatkan pengaman seperti itu untuk anak mereka. Hal inilah yang membuat mata Iat terbuka. Dia melihat potensi bisnis boncengan kreatifnya. Bersama sang suami, Iat pun akhirnya merintis Helmiat Bonceng Bocah. Nama “Helmiat” dipilih dari gabungan nama mereka, Iat dan Helmi.
Boncengan Unik
Baru sekitar 4 bulan memulai usahanya, Iat memenangkan penghargaan Shell LiveWIRE Business Start-Up Award 2008, tepatnya pada 11 April 2008. “Saya memang sering ikut coaching bisnis yang kebetulan diadakan oleh Shell. Waktu itu kebetulan ada informasi kompetisi untuk wirausaha muda. Jadi saya mencoba untuk ikut serta,” papar Iat.
Hadiah uang yang didapat Iat dari kompetisi tersebut, plus bantuan dari orangtuanya, digunakannya sebagai modal tambahan usaha. Untuk mencegah desain produknya dicontek, Iat mematenkan produknya ke Dirjen HaKi (Hak atas Kekayaan Intelektual) sejak Mei 2008. Desain produk ini dibuat sendiri oleh Iat.
“Desainnya ada dua macam, ada yang bentuk tangannya lurus, ada yang melengkung. Pembeli bebas memilih modelnya. Dari ukurannya sama saja,” kata Iat. Sejak kecil, lulusan S1 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia ini memang sudah hobi mendesain.
“Saya belajar desain secara otodidak. Background keluarga saya kebetulan pengusaha tekstil. Jadi saya sering mendesain baju sejak SD,” papar Iat. Biasanya, tiap kali hendak membuat pakaian di tukang jahit, Iat sudah siap dengan desainnya sendiri.
Boncengan bocah Helmiat sudah lolos uji laboratorium Teknik UI dengan maksimal beban 50 kilogram. “Tapi kami menganjurkan supaya berat beban maksimalnya 40 kilogram saja. Yang 10 kilo untuk jaga-jaga,” kata Iat. Karena mampu menyangga beban yang bobotnya melebihi seorang bocah, boncengan ini pun bisa dimanfaatkan untuk membawa barang lain. “Saya juga kadang bawa galon pakai boncengan itu,” tutur Iat sambil tertawa.
Supaya kokoh, Iat sengaja membuat boncengannya dari stainless steel kuat dan tahan karat. Sifatnya fleksibel, bisa dipasang dan dilepas dengan mudah. Supaya anak merasa aman dan nyaman di atas motor, boncengan ini dilengkapi dengan sandaran empuk dan sabuk pengaman.
Distribusi
Iat menghargai boncengan bocahnya Rp250.000 per buah. “Itu sudah termasuk ongkos kirim untuk daerah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi). Di luar daerah itu, ada tambahan biaya kirim, tergantung daerahnya di mana,” papar Iat.
Saat ini, produk Helmiat sudah didistribusikan ke banyak daerah di Tanah Air. “Di Sumatera, ada yang ke Medan, Lampung, Palembang, Riau, Batam. Daerah Jawa sudah hampir semuanya. Daerah Kalimantan ada yang ke Samarinda, Banjarmasin. Bahkan sudah sampai ke Papua juga,” sebut Iat.
Selain menjual boncengannya secara retail, Iat pun menerapkan sistem distributor untuk bisnisnya. Bagaimana caranya untuk jadi distributor produk Helmiat? “Syaratnya, distributor hanya perlu melakukan pembelian minimal 50 buah,” kata Iat. Harga yang dipasangnya untuk distributor ini berbeda dengan harga yang dipasangnya untuk pembeli biasa. Untuk distributor, Iat memberi diskon hingga 30 persen untuk tiap produknya.
Saat ini, Iat sudah punya lima orang karyawan yang membantunya. Mereka bertugas di bagian produksi, pengiriman baran, dan pembelian bahan. “Untuk manajemennya, dipegang oleh saya sendiri dan suami,” ujar Iat. Tiap bulannya, Helmiat Bonceng Bocah bisa memproduksi sekitar 250 produk.
Iat mengaku masih menghadapi kendala dalam menjalankan bisnisnya ini. Dia merasa kesuliatan mencari karyawan yang bisa mengerti tentang produk yang sesuai dengan keinginannya. “Semua orang bisa saja bikin produknya sendiri, tapi saya kesulitan mendapat karyawan yang tahu betul mengenai produk yang sesuai dengan keinginan saya,” papar ibu dari Mohammad Fathan Izzudin dan Hasnah Imaratuzahran ini. Untuk selanjutnya, selain ingin agar usahanya berkembang, Iat berencana membawa Helmiat Bonceng Bocah ke dalam kompetisi wirausaha di kancah internasional yang juga diadakan oleh Shell. |