There are no translations available.
Publisher: www.otomotifnet.com
Keharusan membonceng putra keduanya, menginspirasi Roihatul Jannah bikin pengaman boncengan anak. Dikasih nama Helmiat yang merupakan singkatan nama suaminya, Helmi dan Iat panggilan kecilnya.
Sehari-hari Iat yang punya dua anak itu mengendarai Yamaha Mio. Anak pertamanya, Hasnah (5 tahun) dan sudah sekolah di Taman Kanak Kanak dan bisa membonceng sendiri. Berbeda dengan anak kedua, Fatih yang masih baru 1 tahun. Jika terpaksa keduanya harus ikut, Iat mengaku kesulitan.
“Ide ini muncul agar anak kedua Saya bisa ikut bonceng tanpa merasa khawatir,” jelas ibu jebolan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia (UI).
Helmiat dibuat dari bahan dasar yang aman dan awet. “Pakai stainless steel anti karat. Jadi, dipegang anak tidak berbahaya,” papar istri Helmi Wahyudin ini.
Biar anak tetap tenang saat duduk, Helmiat juga dilengkapi sabuk pengaman. “Bahannya tebal dan halus, biasa dipakai di mobil. Aman nggak menggores kulit,” jelasnya.
Roihatul Jannah. Lolos uji laboratorium
Sandaran Helmiat dihias sesuai gambar kesukaan anak-anak. Untuk safety, Iat juga sudah tes kekuatan dan beban maksimalnya. Uji langsung di laboratorium Teknik Mesin UI. Hasilnya, aman untuk beban maksimal 50 kg. “Saya merekomendasikan 40 kg,” bilang ibu ramah yang meraih penghargaan Shell Live Wire 2008 ini.
Iat juga sudah mematenkan hasil karyanya ini ke Dirjen Haki dengan nomor registrasi tercantum di balik sandaran boncengan. “Jika dicontek ada hukumnya,” ingat ibu yang bisa dihubungi di nomor 0817-407-302.
“Yang membedakan hanya dudukan baut. Ada 2 dan 4, tapi rata-rata 4. Baik skubek maupun motor bebek tinggal pasang,” jelas ibu yang sudah memasarkan produknya ini ke Kalimantan, Sumatera, Sulawesi bahkan Irian Jaya.
Helmiat dibanderol Rp 250.000. Sejauh ini, direkomendasi hanya dipakai untuk jarak dekat. “Tidak untuk perjalanan jauh. Karena idealnya anak memang nggak boleh bonceng motor,” wantinya.
Penulis/Foto: Tining/Yudi |